Pamit Ketika Purnama

Pre-order Edisi Tanda Tangan Penulis

logo manggi publis

Penulis

Pamit Ketika Purnama

"Bingkai Cerita Menjadi Bermakna"

Heidi Kristian Repi lahir di Minahasa, 9 Desember 1989. Peroleh gelar sarjana di Fakultas Ilmu Pendidikan Universitas Negeri Manado (UNIMA) 2011 dari Jurusan Pendidikan Luar Biasa. Salah satu dari 2400 Sarjana Mendidik di Daerah Terdepan, Terluar, dan Tertinggal (SM-3T) terutus satu tahun di Manggarai Timur sebagai guru kontrak Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan melalui Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi. Berhasil menyelesaikan program Pendidikan Profesi Guru di Universitas Negeri Jakarta (UNJ) 2014.

Pernah menjabat sebagai kepala Sekolah Menengah Kejuruan di usia 26 tahun. Penerima Satu Indonesia Awards 2018 tingkat provinsi bidang Pendidikan. Diangkat Sebagai Guru Garis Depan (GGD) daerah Kabupaten Kepulauan Talaud 2017.

Terlibat aktif dalam ruang komunitas Relawan TIK SULUT, literasi digital dan blogger. Buku pertama Menanti Fajar di Tapal Batas, berupa kumpulan cerita para guru di daerah perbatasan

H.K.Repi

Setiap Langkah Miliki Tujuan Bermakna

Percaya. Akan ada orang yang menghargai keterampilan kita. Mungkin bukan sekarang, tapi nanti.
Seperti pohon manggis yang penuh dengan buah masak. Ada yang lewat meminta gratis, dan ada yang lewat langsung beli dengan harga yang fantastis.
Well…
Namun, yang gratis tetap diberikan.

 

Sinopsis

Kisah seorang gadis berkulit putih nan halus bak pasir di pulau sara. Gadis itu bernama Nina. Anak tunggal pemilik hotel mewah. Dalam pencarian jati diri dan cintanya, Nina melewati fase complicated love.
Pencarian cinta terbaiknya dilewati penuh luka dan air mata. Konflik batin dirasakan Nina sejak berhubungan dengan pria kekanak-kanakan yang terobsesi game. Tak tahan, Nina mengakhiri hubungannya, dan berharap bertemu pria yang lebih dewasa.
Harapanya seolah terjawab ketika Nina dalam kondisi panik, terhimpit situasi. Ayah Nina sakit, keracunan makanan. Saat usai membeli obat, angin dan hujan menghalang Nina pulang. Disana Nina bertemu pria misterius yang memberinya payung. Tanpa berkenalan, pria dewasa itu keburu pergi ditelan kegelapan.
Semesta seraya berkonspirasi. Nina sedang memikirkan pria misterius itu akhirnya kembali bertemu. Mereka saling kenal, akrab. Namun semakin lama Nina mengenalnya, ia seperti merasa janggal. Mereka terjebak dalam hubungan tidak pasti. Apakah sekedar teman atau lebih dari itu.
Sikap menutup diri pria itu, memicu Nina mencari tahu sendiri jati diri pria tersebut. Terungkap. Nina berhasil mendapat jawaban dari hasil penelusurannya di media sosial. Nina akhirnya tahu, alasan kenapa pria itu menutup diri. Pria Dewasa pujaan hatinya ternyata sudah berstatus menikah.
Tak puas dengan temuannya, Nina beranikan diri membahas langsung dihadapan pria itu. Jawabannya benar. Pria itu sudah menikah tapi dalam hubungan yang rumit sebelum mengenalnya.
Dari sana, kedewasaan Nina diuji. Nina akhirnya hadir bukan sebagai orang ketiga. Ia menjelma menjadi wanita penengah. Turut memberi pandangan positif kepada pria yang tertimpa prahara rumah tangga sejak 6 tahun lamanya.

30% Sale!

Disc Up to 30% Edisi Cetak dan E-book